apakah dewa siwa itu nabi adam

KetikaSubali tidak merasa diri bersalah atas kesombongannya yang telah sumuci-suci tidak berdosa, Narada mengungkap sejarah Nabi Adam di mana Adam sebagai seorang Nabi kekasih Allah saja merasakan begitu salah atas kedlalimannya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat cuplikan dialog berikut. Narada : “Subali, menungsa ki nduwe sipat pongah, sombong. AnNawawi di dalam Syarah Muslim berkata: “Al-Maarij” artinya: Nyala api yang kehitam-hitaman. Di dalam hadits yang dikeluarkan oleh Muslim dari ‘Aisyah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda:“Malaikat diciptakan dari nur. Jin diciptakan dari nyala api yang kehitam-hitaman. Dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah diterangkan kepadamu Adayang berpendapat bahwa keduanya merupakan penggambaran dua pribadi yang berbeda pada satu tokoh. Secara hakekat nama “Sabdo Palon Noyo Genggong” adalah simbol dua satuan yang menyatu, yaitu : Hindu – Budha (Syiwa Budha). Dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo (1135–1157) Sabda Palon juga disebut-sebut, yaitu bait 164 dan 173 yang SeePage 1. Munculnya istilah sembahyang berasal dari Sembah Hyang, Menyembah Dewa tertinggi namun sudah menjadi istilah bagi masyarakat Indonesia, sehingga terbawa pada masyarakat beragama dalam melaksanakan menyembah Tuhannya. 2.1. Ritual Dinamisme Ritual dinamisme sekilas tampak sama dan serupa dengan animisme, mereka memuja pada benda PengertianAgama Hindu: Agama sebagai pengetahuan kerohanian yang menyangkut soal-soal rohani yang bersifat gaib dan methafisika secara esthimologinya berasal dari bahasa sansekerta, yaitu dari kata “A” dan “gam”. “a” berarti tidak dan “gam” berarti pergi atau bergerak. 누누티비 우회. Ilustrasi Nabi Syits. Foto pexelsNabi Syits adalah anak Nabi Adam yang diwasiatkan untuk menjaga Nur Nabi Muhammad SAW. Beliau dilahirkan lima tahun setelah Habil dibunuh oleh Qabil, tepatnya 235 tahun usai Nabi Adam diturunkan dari langit ke Nabi Syits dilahirkan, Nabi Adam berusia 930 tahun. Wasiat diberikan kepadanya karena beliau memiliki kelebihan dari segi keilmuan, kecerdasan, ketakwaan, dan kepatuhan dibanding anak Nabi Adam yang mulia Nabi Syits hingga ia diamanahkan untuk menjaga Nur Rasulullah sampai akhir hayatnya. Allah juga menunjuk Syits sebagai nabi dan menurunkan atasnya lima puluh sahifah lembaran yang didalamnya terdapat dalil-dalil, hukum, sunah, fardu, serta syariat-syariat dan batasan hukum sebenarnya sosok Nabi Syits dan bagaimana sejarah lahirnya amanah agung yang diemban olehnya?Mengenal Sosok Nabi Syits dan SejarahnyaMengutip buku Kumpulan Tanya Jawab Keagamaan oleh Kyai Abdullah Alif, Nabi Syits adalah orang pertama setelah Adam dan Hawa yang dipercaya untuk menjaga Nur Nabi Muhammad SAW. Beliau lahir setelah Allah izinkan Nur Nabi Muhammad bersemayam di tubuh Siti Hawa. iIlustrasi Nabi Syits. Foto pexelsMenurut riwayat, Allah pertama kali menciptakan Nur Nabi Muhammad sebelum Dia menciptakan Adam, Hawa, alam semesta beserta isinya. Jika bukan karena Rasulullah, Allah tidak akan menciptakan alam semesta ini, sebagaimana disebutkan dalam hadist qudsi berikut yang artinya“Seandainya tidak ada Engkau wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya aku Allah swt tidak akan menciptakan alam semesta”Segala kebaikan dan kemuliaan tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Hingga semua malaikat pun hormat dan sujud kepada suatu ketika Nabi Adam mendengar suara dari dalam dahinya yang terdengar seperti kicauan burung. Beliau merasa heran dan lantas berkata,"Subhanallah. Maha Suci Allah. Sungguh agung sekali kekuasan-Mu. Suara apakah ini yang telah Engkau ciptakan berada dalam dahiku ya Allah?”, Seketika Allah menjawab ketakjuban Nabi Adam tersebut dengan Firman-Nya yang artinya"Hai Adam, ketahuilah olehmu, sesungguhnya suara tersebut adalah tasbih kekasih-Ku Nabi akhir zaman, yang kelak menjadi junjungan pimpinan seluruh umat manusia keturunanmu. Baginyalah senantiasa Kulimpahkan sholawat dan salam sejahtera dari-Ku.”Mengutip Kitab Hujatullah karya Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani, sebelumnya Nur Baginda Nabi Muhammad SAW senantiasa terlihat bersinar di wajah Nabi Adam. Cahayanya nampak seperti matahari yang bersinar terang Allah pun mengambil sumpah perjanjian kepada Nabi Adam agar senantiasa menjaga Nur tersebut dengan berfirman "Hai Adam, bejanjilah kepada-Ku untuk senantiasa benar-benar menjaga Nur Nabi Muhammad SAW yang telah Kuletakkan dalam dirimu. Janganlah sekali-kali kamu letakkan kecuali kepada orang-orang yang suci mulia,".Maka, Nabi Adam menerimanya dengan senang hati. Bahkan beliau sangat bangga untuk melaksanakan tugas tersebut dengan menjaganya dan mewasiatkan amanatnya kepada anak cucunya Nabi Syits. Foto pexelsHingga kemudian Nur ini bersemayam juga dalam diri Siti Hawa. Dan tak lama lahirlah seorang anak laki-laki dari rahim Siti Hawa yang diberi nama Syits. Nur yang semula bersemayam di tubuh Hawa pindah ke dalam adanya Nur yang terlihat di wajah Nabi Syits, maka Nabi Adam selalu memperhatikan dan menjaganya. Ini dilakukan demi memuliakan dan mengagungkan Nur Nabi Muhammad SAW yang ada dalam Syits tumbuh sebagai pribadi yang memiliki akhlak mulia. Beliau bahkan diutus menjadi nabi dengan membawa ajaran yang Allah berikan Allah mengirimkan sosok bidadari yang cantik dan rupawan kepadanya. Syits pun memilih bertempat tinggal di Mekkah agar bisa melakukan ritual haji dan umrah di sana. Dia membangun kembali Ka'bah dengan lumpur kental dan tumpukan bebatuanMengutip buku Akhlak Para Nabi Dari Adam Hingga Muhammad oleh Taaj Langroodi, ketika jatuh sakit dan menjelang ajalnya, Syits menetapkan putranya, Anush, sebagai pelaksana wasiatnya. Syits meninggal pada usia 912 tahun dan dikuburkan di samping makam orang tuanya, di dalam Gua Gunung Abu sosok Nabi Syits?Kepada siapa amanah selanjutnya diwasiatkan oleh Nabi Syits?Dimana lokasi Nabi Syits dimakamkan? Gambar Kesatuan Lingga & Yoni Kisah Adam dan Hawa yang merupakan kisah asal muasal manusia dan sekaligus kisah manusia mengenal Tuhan bagi agama Abrahamik sampai sekarang belum ada petunjuk tentang siapa manusia pertama yang mengisahkan mereka. Tetapi berdasarkan artikel sebelumnya kemungkinan orang itu adalah Nabi Ibrahim. Mengenai nabi Ibrahim Klik Disini. Nabi Ibrahim kemungkinan merupakan manusia yang untuk pertama kalinya mengajarkan dan memberitahukan tentang kisah Adam dan Hawa. Ketika Nabi Ibrahim meninggalkan India, agaknya ajaran Ibrahim sudah menjadi ajaran yang tidak murni lagi, dimana pemahaman terhadap ke-Tuhan-an mulai bergeser dari Monoteisme ke kisah dewa-dewa Politheisme. India saat itu tenggelam dalam penyembahan berhala atau menguatnya filsafat antropomorfisme, yaitu filsafat Tuhan yang menjelma sebagai makhluk. Yang secara tiba-tiba menurunkan ajaran Monotheisme secara itu sepertinya mereka mendewakan para nabi menjadi sebuah kisah yang luar biasa. Kemungkinan tiga aspek dewa dalam Hindhu yaitu, Brahma, Wishnu dan Siwa sebenarnya adalah kisah Ibrahim Brahma-Baca Disini, Kisah Nuh Wishnu-Baca Disini dan Kisah Adam Siwa yang telah mengalami metamorfose sedemikian akut, sehingga menjadikan mereka sebagai bentuk dewa baru. Di Hindhu ada tiga aspek Tuhan wanita Dewi yaitu ” Parwati, Saraswati dan Kali. Hubungan Siwa dan Parwati sangatlah erat. Dimana representasi hubungan secara seksual diantara mereka banyak ditemukan di berbagai patung. Biasanya patung tersebut merupakan perlambang Siwa dan Parwati yang duduk dalam meditasi abadi. Hubungan Seksual antara Siwa dan Parwati dilambangkan dalam bentuk Lingga dan Yoni. Bahwa Lingga Perlambang Penis dan Yoni Perlambang Vagina merupakan simbol kehidupan dalam pemahaman “cinta wanita kepada pria" atau lambang asal mula kehidupan manusia berlangsung. Simbol Siwa sebagai “Dewa Kesuburan” berupa Lingga merupakan representasi dari “Adam”. Siwa SHIVA berubah menjadi Chavvah = Khav-vaw =Eva=Eve Hawa = pemberi hidup Yoni. Shiva = Schi-Wah. Dimana dalam pemahaman teologis agama Abrahamik Hawa berasal dari Adam. Lingga dan Yoni itu merupakan representasi asal kehidupan berasal. Dimana ketika hubungan seksual antara lelaki dan perempuan menghasilkan kehidupan bayi. Inilah yang menjadi falsafah adanya alam semesta dan kehidupan. Simbol Lingga dan Yoni sebagai Adam dan Hawa sebagai permulaan kehidupan manusia, Karena manusia adalah pusat dimana kehidupan ini diketahui. Jadi ada kemiripan kejadian antara Siwa & Parwati dengan Adam & Hawa. Hawa diciptakan dari Adam, hampir sama dengan Parwati yang tercipta dari Siwa. Lantas Siwa dan Parwati menyatu seperti orang bersetubuh dan ini dilambangkan dengan Lingga dan Yoni, yang oleh Hindhu merupakan simbol kelamin pria dan wanita sebagai lambang asal kehidupan. Parwati merupakan istri Siwa sebagai ibu dari segala Dewi. Menurut Purana Orang bijak mengutuk Lingga Siwa, jatuh kebumi dan membakar segalanya bagai api. Parwati berubah jadi Yoni dengan tenang memegang lingga kedalam Yoninya hubungan seksual mirip kisah Abrahamik bahwa Adam & Hawa berdosa dan harus turun ke bumi. Padma Purana juga menceritakan kisah bahwa Parwati mengasumsikan bentuk Yoni untuk menerima lingga Siwa, yang dikutuk oleh orang bijak Bhrigu menjadi lingga. Salah satu bukti yang agak mendekati bawa Siwa dan Parwati adalah Adam dan Hawa adalah bahwa Siwa mempunyai anak dari Parwati dan diberi nama Ganesha dan Kartikeya. Uploaded byRangga Marshall 0% found this document useful 0 votes85 views2 pagesDescriptionBenarkah Dewa Siwa Itu Nabi AdamCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes85 views2 pagesBenarkah Dewa Siwa Itu Nabi AdamUploaded byRangga Marshall DescriptionBenarkah Dewa Siwa Itu Nabi AdamFull descriptionJump to Page You are on page 1of 2Search inside document You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Penting untuk kita semua bicara secara jujur tentang keyakinan kita dengan berbagai dalil Dan sumber yang otentik bukan debat kusir apalagi hanya sekedar menghujat secara membabi buta. Sebelumnya saya sudah menulis perihal Allah bukan tuhan >> lihat di list, jika ditulisan sebelumnya ” Allah bukan tuhan” saya membedah Allah bukan tuhan menurut Hindu, Kali ini kita akan bahas siapa sebenarnya “Allah” ITU?? Benarkah yang berbisik kpd Muhammad di gua hira ITU adalah tuhan? Benarkah tuhan punya rumah sperti manusia di bumi? Benarkah tuhan itu berupa Dzat? Benarkah manusia terbuat Dari tanah?benarkah dongeng Adam hawa yang katanya manusia pertama itu?benarkah wanita terbuat dari tulang rusuk pria?benarkah manusia meninggal pergi ke sisi tuhan? Apakah tuhan punya sisi? Muslim yg sudah terdoktrin otaknya sudah dicuci oleh tafsir tafsiran yang provokatif Dan sugestif sehingga mengkultuskan islam melebihi tuhan sendiri padahal yang dipelajari hanyalah tafsiran dari ayat ayat quran yang berasal Dari bisikan di gua hira yang ditafsir oleh ulama ulama yg katanya suci tapi masih terikat lendir selangkangan wanita itu ketika tafsir itu jadi candu diotaknya mreka akan merasa ahli syurga dan akan berteriak hanya Islam lah yg paling benar diantara agama yg ada, hanya Islam yg akan masuk surga dst .. Tuhan memang satu tapi tuhan yang mana? sebelum kita membahas siapakah sebenarnya allah itu? kita harus bersepakat tentang apa itu tuhan? tuhan islam dalam agama islam beranggapan bahwa tuhan itu berkedudukan di Arasy/langit, mengatur segala perkara atau urusan dari langit tidak dapat dilihat oleh mata dunia tetapi dpt dilihat oleh mata surgaNya. dalam salah satu ayat di alquran menerangkan kursi atau Arasy allah itu dipikul oleh para malaikat yg disebut Al-muqarrobuun. itulah yg mungkin membuat orang orang islam menyebut islam sbg agama samawi/langit karena allahnya bermukim dilangit dilain pihak allah juga bermukim di bumi sperti manusia mempunyai rumah dan pengikutnya bertamu kerumah allah itu dengan teriak allahu akbar aku datang bertamu..selain itu mengenai bentuk atau wujud tuhan, ada ayat alquran yang menyebut “tangan tuhan”, mempunyai wajah yang mulia, punya sifat suka dan benci, punya telinga yang mendengar,mata yang melihat,dua tanggan dan dua genggaman dst dst..selain itu allah juga mengiming-imingi pengikutnya dengan syurga yg syur padahal syurga hanyalah ciptaan tuhan dan bukan tempat tinggal tuhan, dimana di kiamat nanti semua ciptaan tuhan akan kembali ke tuhan, ini artinya syurga bukan tujuan akhir manusia, semua yang berasal dari tuhan akan kembali ke tuhan..terdapat banyak kontradiksi disini makanya islam multitafsir karena memang banyak penafsir-penafsir yang provokatif untuk alat instrument imperialis budaya arabisasi. inilah skema baru neo_kolonialisme dalam penjajahan spiritual. tuhan kristen kristen memandang tuhan sama sperti islam bahwa tuhan mempunyai sifat-sifat seperti manusia juga tetapi yang membedakan nya hanyalah doktrin trinitas,konsep ini mengajarkan walaupun tuhan itu esa tetapi ia juga tiga. yesus menegaskan adanya tuhan tapi ia juga mengatakan ”tuhan dan aku adalah satu” selain itu ada pihak ketiga dalam ketuhanan itu yaitu adanya roh kudus sbg sang penghibur dst dst.. tuhan hindu konsep ketuhanan hindu disebut wyapi-wyapaka artinya tuhan ada dimana-mana, maha mengetahui dan maha penyayang srimad bagawatam dan dlm Atharwa weda ia yang tunggal,yang maha esa”, dalam Rg weda ”IA yang tunggal dan yg maha kuasa, dalam bagawad gita ” tuhan ada dimana-mana’.dlm TUHAN adalah nyawa sgala sesuatu yang hidup”. dalam Rg weda weda ” TUHAN SEBAGAI TAMU” dari beberapa konsep ketuhanan dalam agama agama yg tersebut di atas, bisa kita lihat perbedaan nya sangat fundamental, jika ISLAM beranggapan tuhan punya rumah sperti manusia dibumi dan menganjurkan pengikutnya bertamu kerumah kubus itu, tetapi dalam hindu ” tuhanlah sebagai tamu bukan sebaliknya, jika islam memandang tuhan duduk dikursi yang dipikul malaikatnya tetapi dalam hindu tuhan ada dimana-mana tetapi transedent tidak dapat dilihat dengan mata material hanya bisa dirasakan dalam hati dgn ketekunan dan tingkatan spiritual yang tinggi, jika islam beranggapan manusia tercipta dari tanah liat dan ketika manusia mati antri di kuburan dan kembali ke sisi tuhan, dalam hindu memandang manusia itu terdiri dari jiwa dan raga, raga/badan manusia bukan hanya dari unsur tanah tetapi dari lima unsur tanah,api,air,udara dan eter,dan jiwa merupakan percikan terkecil dari tuhan maka jika manusia mati jiwa nya akan kembali ke tuhan bukan weda ” orang yang memuja dewata akan pergi ke surga dan orang yang memuja tuhan akan kembali ke tuhan/moksha JADI JELAS, TUHAN sesungguhnya menuntun manusia untuk kembali ke tuhan/moksha bukan ke sisiNya apalagi ke syurga yang syur. mari gunakan pikiran untuk berpikir dan mencari kebenaran yang abadi/sanatana dharma bukan mencari pembenaran untuk mencapai syurga yang syur sperti yang di iming-imingi oleh agama para missionaris dan pendakwah agama semitik. di syurga mereka hidup senang dalam kehidupan dewani Tetapi setelah pahala baiknya habis dinikmati disyurga mereka akan kembali lagi ke bumi SEDANGKAN nasib setelah ajal orang orang materialistik dan atheistik yang tidak peduli dalam petunjuk weda dan sibuk dalam berbagai macam kejahatan sangatlah malang, mereka akan dicampakkan dalam kehidupan yg kotor dan menjijikan KESIMPULAN Dalam pandangan hindu ALLAH HANYA LAH imajinasi nabi muhammad atas bisikan digoa hira dan lebih mengarah imajinasi ke dewa siwa dari sekian kesamaan yang tersurat dalam beberapa ayat di quran dan diperkuat dengan adanya ahli arkeologi asal india yang mengungkap bahwa kabah adalah bekas kuil dewa siwa pada jaman raja vikram kemudian di ambil alih oleh muhammad dkk..jadi,semakin menegaskan allah bukan tuhan karna hanya menjanjikan umatnya ke syurga yg penuh kenikmatan karna tuhan sesungguhnya menuntun manusia mencapai diatas surga yaitu pembebasan dari ikatan material dan kembali ke tuhan/moksha, dan bila allah di sejajarkan dengan dewa siwa pun tidak pantas karena prinsip dan ajarannya tidak sama antara kedamaian,kebaikan dan keselamatan menurut hindu karna pemicu konflik dan bikin pengikutnya bunuh diri dengan bom dan perang maka untuk mewujudkan perdamaian di dunia dan pembebasan harus dihapuskan intrument instrument politik budaya imperialis yang berkedok agama. NB Segera hancurkan Hidayah dengan Dharma! kami kembali menegaskan bahwa ” surga bukanlah tujuan hidup manusia!!! ” belajar dari si ” adam ” si manusia pertama versi islam dan kristen yang bersama adam hawa pernah tinggal di surga akhirnya jatuh juga ke bumi karena kesalahan yang tidak masuk akal, ini menjadi bukti bahwa ” surga hanyalah ciptaan Brahman bukan tujuan tertinggi manusia” dalam weda sudah di katakan ” ketika karma baik seseorang sudah habis dinikmati di surga,mreka akan turun lagi ke bumi ” jadi, adam hawa jatuh kedunia bukan karena adam melakukan dosa memakan buah pengetahuan sperti yang dikatakan alquran dan alkitab tapi karena Karma baiknya sudah habis di nikmati di surga. surga hanyalah ciptaan Tuhan dan surga tidak kekal. tubuh,surga dan alam semesta adalah ciptaan Brahman/ Tuhan, lalu mengapa manusia menganggap tubuh yang materi bisa kekal dan abadi di surga? dengan kenikmatan seks tanpa batas dengan 72 bidadarinya?? kita akan geli mendengar jawaban orang keliru, ini dijawab oleh pendakwah Zakir naik sperti ini ” apa yang tidak mungkin dilakukan oleh allah, dia bisa buat kekal apapun yang tidak kekal” ini artinya allah Irasional bin gak nyambung, Hanya Zat nya lah yang kekal dan abadi,semua ciptaannya tidak ada yang menyamai eksistensinya yaitu sama sama kekal, tapi semitik buta nurani tidak bisa membedakan benar dan salah,Sat kekal dan Asat tidak kekal mereka terus membohongi diri mereka bahwa tubuh dan surga bisa kekal dengan kenikmatan tanpa batas! ini pembodohan spiritual! termasuk ktika hindu membantah propaganda proof zakir naik abal-abal ini yang menyatakan dengan sangat bodohnya mengatakan jika Nabi Muhamad itu adalah Kalki avatar?? menjawab propaganda proof abal abal ini tidak perlu lulusan SD, kalki avatar itu akan turun di akhir kaliyuga ini sedangkan nabi muhammad sudah lama mati. sudah lupakan saja propaganda buruk si zakir ini, untuk mengelabui naik ini buat Jurnal yang supaya kelihatan ilmiah padahal otaknya sudah tidak ilmiah! karena sudah terdoktrin pecandu surga. salam pembebasan written mahatma krisna Mhd Kisah Adam dan Hawa yang merupakan kisah asal muasal manusia dan sekaligus kisah manusia mengenal Tuhan, bagi agama Abrahamik sampai sekarang belum ada petunjuk tentang siapa manusia pertama yang mengisahkan mereka. Tetapi berdasarkan artikel sebelumnya, kemungkinan orang itu adalah Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim kemungkinan merupakan manusia yang untuk pertama kalinya mengajarkan dan memberitahukan tentang kisah Adam dan Hawa kita semua sudah tahu kalau Nabi Adam as adalah seorang muslim. Ketika Nabi Ibrahim meninggalkan India, agaknya ajaran Ibrahim sudah menjadi ajaran yang tidak murni lagi, dimana pemahaman terhadap ketuhanan mulai bergeser dari monoteisme ke kisah dewa-dewa politheisme. India saat itu tenggelam dalam penyembahan berhala atau menguatnya filsafat antropomorfisme, yaitu filsafat Tuhan yang menjelma sebagai makhluk. Yang secara tiba-tiba menurunkan ajaran monotheisme secara drastis. Selain itu, sepertinya mereka mendewakan para nabi menjadi sebuah kisah yang luar biasa. Kemungkinan 3 aspek dewa dalam Hindhu yaitu, Brahma, Wishnu dan Siwa sebenarnya adalah kisah Ibrahim Brahma, Kisah Nuh Wishnu, dan Kisah Adam Siwa yang telah mengalami metamorfose sedemikian akut, sehingga menjadikan mereka sebagai bentuk dewa baru. Di Hindhu, ada 3 aspek Tuhan wanita Dewi yaitu Parwati, Saraswati dan Kali. Hubungan Siwa dan Parwati sangatlah erat, dimana representasi hubungan secara seksual di antara mereka banyak ditemukan di berbagai patung. Biasanya patung tersebut merupakan perlambang Siwa dan Parwati yang duduk dalam meditasi abadi. Hubungan Seksual antara Siwa dan Parwati dilambangkan dalam bentuk Lingga dan Yoni. Bahwa Lingga Perlambang Penis dan Yoni Perlambang Vagina merupakan simbol kehidupan dalam pemahaman “cinta wanita kepada pria" atau lambang asal mula kehidupan manusia berlangsung. Simbol Siwa sebagai “Dewa Kesuburan” berupa Lingga, merupakan representasi dari “Adam”. Siwa SHIVA berubah menjadi Chavvah = Khav-vaw =Eva=Eve Hawa = pemberi hidup Yoni. Shiva = Schi-Wah. Dimana dalam pemahaman teologis agama Abrahamik, Hawa berasal dari Adam. Lingga dan Yoni itu merupakan representasi asal kehidupan berasal. Dimana ketika hubungan seksual antara lelaki dan perempuan menghasilkan kehidupan bayi. Inilah yang menjadi falsafah adanya alam semesta dan kehidupan. Simbol Lingga dan Yoni sebagai Adam dan Hawa sebagai permulaan kehidupan manusia, karena manusia adalah pusat dimana kehidupan ini diketahui. Jadi ada kemiripan kejadian antara Siwa dan Parwati dengan Adam dan Hawa. Hawa diciptakan dari Adam, hampir sama dengan Parwati yang tercipta dari Siwa. Lantas Siwa dan Parwati menyatu seperti orang bersetubuh dan ini dilambangkan dengan Lingga dan Yoni, yang oleh Hindhu merupakan simbol kelamin pria dan wanita sebagai lambang asal kehidupan. Parwati merupakan istri Siwa sebagai ibu dari segala dewi. Menurut Pura na Orang bijak mengutuk Lingga Siwa, jatuh ke bumi dan membakar segalanya bagai api. Parwati berubah jadi Yoni dengan tenang memegang lingga ke dalam Yoninya hubungan seksual. Padma Purana juga menceritakan kisah bahwa Parwati mengasumsikan bentuk Yoni untuk menerima lingga Siwa, yang dikutuk oleh orang bijak Bhrigu menjadi lingga. Salah satu bukti yang agak mendekati bawa Siwa dan Parwati adalah Adam dan Hawa adalah, bahwa Siwa mempunyai anak dari Parwati dan diberi nama Ganesha dan Kartikeya. sumber

apakah dewa siwa itu nabi adam